DINUL ISLAM
Adapun pengertian islam seperti yang diungkapkan diberbagai literatur keislamamn dapat dilihat dari pengertian asal kata “islam” itu sendiri. Kata islam berasal dari kata “aslama” yang merupakan turunan dari kata “as-saim, as-salam, as-salamah” yang artinya bersih dan selamat dari kecacatan lahir batin. Kata islam juga diambil dari kata “as-silm” dan “as-salm” yang berarti perdamaian dan keamanan.
Sedangkan secara terminologis disepakati oleh para ulama bahwa islam adalah kaidah hidup yang diturunkan kepada manusia sejak manusia diturunkan kebumi dan terbina dalam bentuknya yang terakhir dan sempurna dalam Al-Quran yang suci yang diwahyukan tuhan kepada nabinya yang terakhir , yakni nabi Muhammad SAW, satu kaidah hidup yang memuat tuntutan yang jelas dan lengkap mengenai aspek hidup manusia, baik spiritual maupun material.
Dari definisi itu dapat disimpulkan bahwa islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui rosul – rosul-Nya, berisi aturan – aturan atau norma – norma yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta.
¨
19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
`
85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.
Karakteristik ajaran dan umat islam
Dari berbagai sumber kepustakaan tentang islam yang ditulis oleh para tokoh atau ulama, dapat diketahui bahwa ajaran – ajaran islam memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Komprehensif
Ajaran islam membentuk umat dalam suatu kesatuan yang bulat walaupun umat islam itu berbeda – beda bangsa dan berlainan suku.
  1. Moderat
Ajaran islam memenuhi jalan tengah, jalan yang imbang, tidak terlalu berat kekanan mementingkan kejiwaan (rohani) dsan tidak berat pula kekiri mementingkan kebendaan (jasmani).
  1. Dinamis
Dari segi ini, ajaran islam mempunyai kemampuan bergerak dan berimbang. Mempunyai daya hidup, dapat membentuk diri sesuai dengan perkembangan dan kemajuan ajaran islam terpancar dari sumber yang luas dan dalam, yaitu islam yang memberikan kepada manusia sejumlah hukum positif yang dapat dipergunakan untuk segenap masa dan tempat
  1. Universal
Ajaran islam tidak ditujukan kepada suatu kelompok atau bangsa tertentu, melainkan sebagai rahmatan lil ‘alamin, sesuai dengan misi yang diemban oleh Rasulullah SAW.
2.  Elastis dan fleksibel
Ajaran islam berisi disiplin – disiiplin yang dibebankan kepada setiap individu.
3.  Tidak memberatkan
Manusia adalah makhluk lemah, mempunyai kemampuan yang serba terbatas. Oleh sebab itu, syariat islam tidak membebani seseorang sampai melampaui kadar kemampuan.
4.   Graduasi (berangsur – angsur)
Allah sebagai pembuat hukum adalah maha bijaksana. Hukum atau ajaran – ajaran yang diberikan kepada manusia secara psikologis sesuai dengan fitrahnya sendiri. Sangant sulit jika hukum itu datang sekaligus. Oleh karena itu, Allah memberikannya secara bertahap atau berangsur – angsur, tidak sekaligus secara radikal dan revolusioner.
5.   Sesuai dengan fitrah manusia
Ajaran islam yang sesuai dengan fitrah manusia memberikan keterangan yang pasti tentang keperecayaan asli dan hakiki yang ada dalam diri manusia.
6.   Argumentatif filosofis
Ajaran islam merupakan ajaran yang argumentatif, tidak cukup dalam menetapkan persoalan – persoalannya dengan mengandalkan doktrin lugas dan instruksi keras.
7.   Graduasi (berangsur – angsur)
Allah sebagai pembuat hukum adalah maha bijaksana. Hukum atau ajaran – ajaran yang diberikan kepada manusia secara psikologis sesuai dengan fitrahnya sendiri. Sangant sulit jika hukum itu datang sekaligus. Oleh karena itu, Allah memberikannya secara bertahap atau berangsur – angsur, tidak sekaligus secara radikal dan revolusioner.
8.   Sesuai dengan fitrah manusia
Ajaran islam yang sesuai dengan fitrah manusia memberikan keterangan yang pasti tentang keperecayaan asli dan hakiki yang ada dalam diri manusia.
9.   Argumentatif filosofis
Ajaran islam merupakan ajaran yang argumentatif, tidak cukup dalam menetapkan persoalan – persoalannya dengan mengandalkan doktrin lugas dan instruksi keras.